Masih dalam kesunyian itu, tiba-tiba saja seseorang yang lain berlari sangat cepat dari arah belakang Irina menuju lokasi mereka. hanya dalam hitungan tiga detik dari robohnya Abyra, orang itu sampai disana. Dan tanpa berhenti apalagi menyapa, dia ayunkan pedangnya menebas punggung Irina, lalu dia berputar ke arah depan lalu menebas leher Irina sangat cepat. BRUK. Irina roboh tanpa perlawanan. Xatho memotong nadi lehernya. "Kalian baik-baik saja?" tanya Xatho pada Naviza dan Angkasa. Tanpa peduli bagaimana keadaan Abyra, Xatho berlari menghampiri Angkasa yang sudah sangat lemah dan hampir kehilangan kesadarannya. "Angkasa!?" pekik Xatho, dia sudah jongkok di samping Angkasa. Dalam pada itu, Xatho baru tersadar kalau Abyra masih hidup. Dia kembali berdiri dan segera menghampiri Abyra

