BAB 20 Pagi yang indah, indah bangun tidur, indah mandi, indah makan, indah, indah, dan indah. (ps: indah dalam bahasa banjar artinya, enggak." ΔΔΔ Tetesan air hujan masih setia mengguyur salah satu daerah penghasil teh di Indonesia ini. Gadis bertubuh mungil itu sedang berada di dapur bersama dengan Bi Sri. Memasak beberapa makanan mungkin salah satu pilihan terbaik agar bisa mengurangi rasa bosan pada dirinya. Jingga menyeka peluh yang mengalir bebas di daerah dahi, dan lehernya. "Huft. Akhirnya selesai juga, Bi." Jingga menghembuskan napasnya. "Hmm. Sepertinya makan malam kali ini rasanya akan seistimewa pembuatnya," goda Bi Sri. "Bibi mah bisa aja, aku jadi malu." Jingga tertawa kecil sambil menata makanannya di atas meja makan. "Makanannya sudah siap." Jingga bertepuk tanga

