Jingga - 21

1893 Kata

BAB 21 Tepat jam; 07:00. Tata dan kawan-kawan akan berkumpul di rumah Rendy. Hari ini mereka semua akan melakukan sebuah misi yang telah direncakan di hari sebelumnya. Seperti mengerti dengan keadaan mereka, matahari pun bersinar cerah di atas sana. "Rendy ...." Lintang menekan bel yang berada di sebalah kanan pintu rumah Rendy beberapa kali. "Sabar, woy! Lo mah nggak kira-kira mencet bel orang. Lo kira mereka b***k apa!" sungut Ayaa. Lintang mengerutkan bibirnya. Sedangkan Tata, Aldo, dan Angga hanya menggelengkan kepalanya melihat pertengkaran mereka berdua yang tak berfaedah. Pintu besar berwana putih itu terbuka, menampilkan seorang gadis bak bidadari. Gadis itu tersenyum, dan mempersilakan mereka masuk. "Lebih manis dari teh yang dikasih gula satu kilo ini mah." Aldo menat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN