Jingga - 26

1451 Kata

BAB 26 Kamar Jingga yang tadi ramainya ngalahin pasar, sekarang sepi seperti kuburan. Hanya detik jarum jam dinding yang terdengar di telinga. Semua teman-teman Jingga sudah pulang beberapa menit yang lalu. Mereka ada, berisik. Mereka gak ada, sepi. Hidup emang serba salah. Jingga mengalihkan tatapannya dari benda pipih miliknya ke jam dinding bulat yang tertempel cantik di tembok kamarnya. Pukul; dua siang. Perasaan baru beberapa jam yang lalu Jingga bangun dari tidur yang cukup panjang. Hari terasa begitu cepat berlalu, hingga Jingga sangat merindukan sekolah, kantin, kafe dekat sekolah, taman, dan tempat-tempat yang selalu dikunjunginya bersama teman-temannya. Ketukan pintu membuyarkan lamunan Jingga. Wanita yang tengah berdiri di ambang pintu tersebut dengan membawa nampan--berj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN