BAB 27 Jingga menghembuskan napasnya pelan ketika melihat Rendy tengah berdiri di depan pintu kamarnya. Tanpa rasa bersalah telah meninggalkan si kembar, Rendy malah menyengir kuda. Cowok itu benar-benar! Rendy berjalan mendekati Jingga, lalu menepuk-nepuk puncak kepala Jingga. Senyum menghiasi bibir Rendy. "Mereka tidur?" "Seperti yang kak Rendy lihat," jawab Jingga datar. Dia masih kesal, bisa-bisanya Rendy meninggalkan si kembar tanpa mengatakan apapun padanya. "Maaf." "Jangan sama aku, tapi sama mereka." Jingga membenarkan posisi duduknya. "Aku kira Kak Rendy gak bakal balik lagi," cibir Jingga. Rendy terkekeh. Lalu dia duduk di hadapan Jingga. "Tadi main basket bareng Aga." Jingga hanya membulatkan mulutnya. "Kalau gitu nunggu mereka bangun aja pulangnya, kesian kalau diba

