BAB 28 Jingga melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah. Wajahnya terlihat cerah, menandakan dirinya sedang berbahagia hari ini. Senyum gadis itu terus menghiasi wajahnya, walaupun keadaan kakinya terlihat mempersulitnya untuk bergerak. Hari ini, Jingga tidak berangkat bersama Aga, lebih tepatnya Aga berangkat duluan; meninggalkan Jingga yang tadi bangun kesiangan. "Jee," panggil temen-temannya. Senyum tercetak sempurna di bibir Jingga kala dia menoleh ke arah teman-temannya. Mereka berjalan ke arah Jingga. "Dasar anak nakal!" Lintang menyentil dahi Jingga. "Mana tongkat lo, ha? Sok-sokan kuat lo." Jingga memutar bola matanya. "Gue baik-baik aja, lo pikir gue selemah itu ap--" Aww! Jingga meringis kesakitan saat Lintang menendang kecil kakinya. "Lo b**o atau gimana sih, Lin?!

