“Bagaimana? Sudah kamu selesaikan masalah Daniel?” Andini langsung mencecar Reksa saat lelaki itu tiba di rumah. Reksa mengembus napas kasar. Tangannya mengendurkan lilitan dasi di lehernya sebelum akhirnya dia mengempaskan diri di sofa. Andini cepat-cepat ikut duduk di sebelahnya. “Kok nggak jawab, sih? gimana hasilnya? Mereka mau cabut tuntutan, kan? Mereka mau nerima jalan damai?” cecar Andini. Reksa memejamkan mata tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya. “Mas,apa mereka nnggak mau damai? Kasih lebih banyak lagi, mereka pasti mau. Lagi pula, bukan hanya anak mereka saja yang luka, anak kita juga terluka.” Andini mengguncang lengan suaminya. “Diam!” Reksa membentak seraya membuka matanya. “Yang dilukai Daniel itu Sagara. Anakku. Anak kandungku!” teriak Reksa dan berjingkat perg

