Bab 17 Kepergiannya

2011 Kata

Sabrina yang awalnya hendak ke mini market, akhirnya justru memesan taksi online menuju rumah Fany. Dia menelepon terlebih dahulu, beruntung Fany sedang ada di rumah. Wanita berambut pendek itu sedang asik bermain dengan kucingnya di halaman. Dia langsung menurunkan makhluk berbulu dari pangkuannya saat melihat kedatangan Sabrina. “Kamu kenapa, Saby? Kok kayak abis nangis?” tanya Fany menggandeng teman sekantornya itu. Sabrina tidak menjawab dan Fany mengerti, sepertinya temannya itu masih syok atau terlalu sedih. “Ayo, masuk. Santei aja, di sini gak ada siapa-siapa selain gue. Eh, ada, ding. Si Kimmy.” Fany terkekeh. Sabrina hanya menyungging seulas senyum. “Elu laper? Gue ambilin dulu minum sama kue ya. Tunggu!” tanpa menunggu persetujuan Sabrina, gadis bertubuh jangkung itu berge

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN