Sagara berlari dan turun ke luar. Tak ada siapa-siapa di sana selain security yang berjaga. “Cari siapa, Mas?” tanyanya. “Emh, itu … cari istri saya, Sabrina,” jawab Sagara lirih. “Oh, Mbak Saby. Semalam dia pergi naik taksi online kayaknya, sekitar jam sepuluhan lebih,” terang security itu. Sagara mengangguk lemah lalu berpamitan. Tubuhnya masih belum fit, tapi dia paksakan mengendarai motor. Sagara pun memutuskan untuk pulang ke rumah ibunya. Dia bahkan tak ingat lagi dengan nasib anak-anak jalanan yang selama ini dia tampung. Otaknya kini hanya dipenuhi oleh Sabrina. Lelaki bertato itu memarkir motornya sembarang. Helm-nya dia taruh di kaca spion dan dia pun segera turun. Murni heran melihat kepulangan putranya yang terlihat kusut. Dia meletakan kemballi roti yang hendak dio

