“Sudah bangun dari tadi, Jan?” tanya Yayuk yang baru saja masuk ke dapur untuk mengambil air putih. Anjani berhenti menghaluskan bumbu untuk nasi goreng. Ia memandang Yayuk yang duduk di salah satu kursi. “Mungkin sekitar 10 menit yang lalu, Ma. Hari ini Anjani buat nasi goreng ya untuk sarapannya. Mama tidak keberatan kan?” tanya Anjani tak enak hati. “Tidak apa, Jan. Apa pun makanan yang kamu masak selalu enak. Maaf membuat kamu repot,” balas Yayuk. “Mboten, Ma. Anjani suka masak. Kalau begitu Anjani ijin menghaluskan bumbu lagi ya, Ma.” (Enggak, Ma). Yayuk mengangguk. Diamatinya Anjani yang sibuk dengan ulekan dan cobek. “Kenapa nggak pake blender saja, Jan? Kan lebih cepat. Terus tangannya juga nggak akan kecapekan.” Anjani menyengir. “Jani nggak tahu letak blendernya di mana,

