“Dek, akhir pekan ini kita menginap di rumah ayah, ya?” ajak Arsya. Ajakan Arsya itu berhasil membuat Anjani menghentikan tangannya yang sibuk mencoret-coret jawaban ujian siswanya yang salah. Dahinya juga mengernyit tajam. “Ayah Purnomo yang kamu maksud, Mas?” Arsya mengangguk. “Aku sudah meminta ijin ayah agar kita bisa menginap di sana sebelum kita mulai tinggal di rumah kita. Dan ayah tidak mempermasalahkan hal itu. Beliau tidak sabar menunggu kedatangan kita,” jelas Arsya dengan sangat antusias. “Kenapa harus menginap di rumah ayah, Mas? Kita kan bisa menginap di rumah ibu, Mas,” ucap Anjani tak setuju dengan permintaan Arsya itu. “Ayah kan juga orang tua kita, Dek. Lalu mengapa kita tidak berbagi waktu untuk menginap di sana?” “Tapi, Mas. Kan kamu tahu kalau hubunganku deng

