Di Deka Hepta

2101 Kata

Cara kerja otak Anjani tiba-tiba terasa berhenti. Nge-blank. Nge-lag. Hal yang baru saja tersaji di hadapannya benar-benar membuatnya lemas. ‘Apa maksudnya ini semua?’ Nabila memusatkan perhatiannya pada sahabatnya. Anjani terlihat pucat. “Jan, kamu nggak papa?” Nabila memegang lengan Anjani pelan. Anjani menoleh ke arah Nabila. “Ini semua apa, Bil?” tanya Anjani lirih. Bahkan suaranya sangat kecil. Nabila menggeleng. Ia juga tidak tahu. Dalam batinnya ia juga bertanya-tanya, siapakah Arsya itu? Kenapa laki-laki itu berada di sini dengan menggunakan jas dokter? Tidak mungkin jika Arsya tiba-tiba mengenakan snelli tanpa alasan tertentu. “Jani, kamu mau ke mana?” panggil Nabila. Nasi mereka belum habis. Apalagi nasi Anjani, piringnya masih berisi setengah porsi makanan. Pesanannya pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN