Anjani keluar dari mobil Arsya dengan tergesa. Satu jam lalu, Sukma menghubunginya. Sukma mengatakan bahwa tubuhnya lemas dan akhir-akhir ini sedikit tak bernapsu makan. Segeralah Anjani menghubungi suaminya di tengah kekalutan memikirkan kondisi ibunya. Ibunya di rumah hanya bersama Putri. Dan Putri masih terlalu belia untuk mengerti apa yang terjadi. Tanpa menunggu lama, Arsya membereskan semua barangnya dengan cepat. Masih ada sisa satu jam sebelum pulang, tetapi ia memilih ijin pulang lebih awal. Keadaan ibu mertuanya saat ini lebih penting. Lagi pula sudah tidak ada pasien yang harus divisit maupun dioperasi. Arsya melangkah lebar untuk menyusul Anjani. Saat tiba di ambang pintu kamar ibu mertuanya, tampak Anjani yang duduk di tepi ranjang seraya menggenggam tangan ibunya erat. A

