Selepas Sholat Shubuh, Anjani sudah sibuk di dapur. Ia berencana membuat sayur urap, ayam bakar, dan tempe goreng. Menu sederhana, tetapi penuh ketulusan dan cinta. “Bismillah. Semoga Mas Arsya suka. Semoga dia belum, ah tidak tidak. Semoga Mas Arsya masih sendiri. Tidak dekat dengan perempuan mana pun. Semoga bersabar untuk menantiku,” doa Anjani sebelum mengeksekusi semua bahan masakan itu. Anjani telah memotong sayur kangkung dan kacang panjang semalam. Tidak perlu dicuci karena ia simpan di kulkas. Ia ingin memasak lebih cepat. Lebih pagi bertemu dengan Arsya, maka akan banyak waktunya untuk berbincang dengan Arsya. Begitu pikir Aanjani. Selain sayur yang sudah dipotong, Anjani juga sudah mengungkep ayam dan disimpan pada kulkas. Ia menggunakan bumbu alami, tidak menggunakan berb

