Wira yang sudah di atas ambang kesabarannya, dengan segera dia pun bangkit kemudian melayangkan satu tinjuan ke arah wajah. namun pria yang hendak dihajarnya memiliki refleks yang sangat bagus, sehingga pukulan itu bisa ditangkisnya, tapi Wira tidak menyerah begitu saja, dia melayangkan tangan yang sebelah kiri sampai akhirnya. Bugh! Pukulan tangan kiri melayang tepat mengenai perut musuhnya, membuat dirinya merasa di atas angin kemudian menyusul kembali dengan tendangan, sampai akhirnya pria itu terhuyung ke belakang jatuh menimpa kursi. namun dengan secepat kilat dia pun bangkit kembali memasang kuda-kuda, siap menerima kemungkinan-kemungkinan selanjutnya. Mereka berdua saling menatap satu sama lain, seolah sedang mencari kelemahan masing-masing. Para pengunjung yang ada di tempat

