Wira yang kala itu Masih memikirkan perkataan yang disampaikan oleh Ustad Gufron, dia lebih memilih merenung di sebuah Tempat yang menyediakan kopi Seduh untuk mencoba menenangkan diri dari tekanan-tekanan yang baru saja memenuhi jiwanya. Sedangkan Aluna, Andi dan Lisa mereka memutuskan untuk berbelanja berbagai oleh-oleh untuk orang yang di rumah. ada yang membeli pakaian, ada yang membeli pernak-pernik khas tempat bertakziah di makam-makam yang selalu sering dikunjungi, sambil membeli makanan untuk mengisi perut yang terasa keroncongan. "Benar, apa yang diawali dengan kebohongan akan membuat orang itu semakin tertekan, seperti yang aku rasakan sekarang. aku berada di dalam bayang-bayang dosa yang membuatku merasa tidak nyaman, aku terus dihantui rasa ketakutan, rasa bersalah, rasa ke

