Wira yang sedang melamun menoleh ke arah datangnya suara, Namun ia tidak sedikitpun memberikan tanggapan. dia kembali menatap ke arah jalan yang dilalui oleh mobil-mobil yang hendak mengisi bahan bakar atau sekedar beristirahat di rest area, begitu juga perempuan yang menyapanya Dia terlihat Acuh dengan mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam tas. "Bagi dong kopinya sedikit, biar tidak terlalu sepet." "Eh kurang ajar kamu bisa beli sendiri, ngapain Minum punya orang?" gerutu Wira dengan mendengus kesal namun tak dihiraukan. wanita itu mengeluarkan sebatang rokok lalu dibakar sehingga asapnya mengepul memenuhi kepala kemudian menghilang tertiup oleh angin. Kehadiran wanita yang duduk di hadapan Wira tidak sedikitpun bisa mengusir kegelisahan dan kegundahan yang sedang dirasakan, rasa

