"Aii..nanti malam ya" kata suamiku sembari tersenyum.
Aku menatapnya hampa tanpa mengeluarkan satu katapun.Aku tahu yang dimaksud suamiku.Minta jatah malam ini.Tapi apa dia selama ini tidak menangkap ketidaksukaan ku pada caranya meminta.
Harusnya aku sangat bahagia,menatap dia dengan mata yang berbinar dan penuh rasa sayang.Saat suami mengajak memadu kasih,tapi tidak seperti itu yang ku rasakan.Bagiku hal yang seperti itu hanya menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri.Tidak pernah ku nikmati saat saat kami melewatkan malam berdua.
Seperti biasanya,saat dia sudah mendapatkan apa yang diinginkan,suamiku langsung pergi.Tanpa bertanya apa keinginanku sudah terpenuhi atau tidak,dia tak peduli.Meninggalku seorang diri dalam kekosongan.
"Mas aku mau ke kamar mandi,setelah itu aku mau tidur di kamar anak anak"
"Oh,,oke"jawaban suamiku pendek tapi menyakitkan buatku.Tak lama berselang aku sudah mendengar dengkuran halus menandakan dia sudah terlelap.Sedangkan Aku....
"Sial,, hasrat yang tak tuntas, perasaan kecewa, membuat bulir bulir bening membasahi pipiku.
Aku memandang suamiku,,berkata dalam hati kenapa kamu begitu tidak peka Mas..
Setelah selesai membersihkan diri aku ke kamar anak ku.Aku Punya 2 orang putri.
Di kamar anakku aku menangis,meluapkan segala kekesalan.Tapi tetap menutup mulut agar anak anakku tidak terbangun.
Hari hari kujalani seperti biasa,tidak ada pembicaraan romantis dari suamiku.Tidak ada kecupan sayang seperti apa yang kubayangkan saat berumah tangga.Kuanggap sudah biasa karena aku protes pun tidak ada gunanya.Dia selalu menganggap kata kataku sebagai angin lalu.
"Mbak,ayah sudah bisa pulang hari ini" gawaiku bergetar kala pesan dari adikku ku terima
"Ok Ti,mbak ke rumah sakit sekarang.Kita sama sama antar ayah pulang"
Aku segera pamitan pada anak anak untuk pergi ke rumah sakit.Sampai di lobbi rumah sakit,saking tergesa-gesanya aku menabrak seseorang.Sosok itu rasanya tak asing buatku,dan benar saja dia adalah mantan kakak kelasku waktu SMA.
"Mas Budi ya,,maaf maaf tadi saya buru buru jadi ga fokus sama jalan."
"Eh,,Aini ya lama ga ketemu.Santai ga apa-apa kok.Kamu apa kabar?
"Baik Mas,maaf saya duluan y Mas mau cepet cepet soalnya ada yang harus saya urus"
"Oh,oke"
Aku pun meninggalkan sosok kakak kelas ku itu dan menuju ke ruangan ayah.Hari ini ayah sudah bisa pulang dan tadi sudah kuantarkan juga sampai di rumah.Ada Tuti dan suaminya juga ikut mengantar.Sementara suamiku...ah entah sedang apa dia sekarang.Dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya.
Beberapa Minggu berselang,kondisi kesehatan ayah juga semakin membaik.Aku juga sudah bisa kembali fokus dengan pekerjaanku.Maklumlah aku bekerja di salah satu instansi pemerintahan.Tapi tetap kehidupan rumah tanggaku dingin sedingin es di kutub Utara.
Tiba tiba ada pertemuan di tempatku bekerja.Katanya pimpinan akan memperkenalkan salah satu staf baru di sini.Dan...jeng jeng..ternyata staf baru itu adalah Mas Budi.Sosok kakak kelas yang berpenampilan rapi,kulit putih,mata coklat dan sangat ramah.Dia adalah staf baru di tempatku bekerja dan langsung menjadi ketua untuk timku.
"Tak banyak yang bisa saya sampaikan saya berharap bisa segera berbaur di sini dan kita semua bisa menjadi tim yang solid" itu kata kata Mas Budi diakhir perkenalannya dan diiringi tepuk tangan dari teman teman lainnya.
"Hai Aini,kita ketemu lagi,sapa Mas Budi padaku
Aku menoleh seraya tersenyum kecil dan mengangguk.
"Eh iya Mas.. jangan galak galak y Mas,jangan kayak dulu waktu di SMA,hehehe"
Mas Budi hanya mengacungkan jempol.Hari ini pekerjaanku sudah rampung semua.Saatnya aku pulang bertemu anak anakku.Dan juga tentunya suamiku.
Jika boleh aku jujur,aku bosan dengan kehidupan seperti ini.Tidak ada pembicaraan yang akrab dengan suami.Berbicara hanya ketika perlu saja,bahkan dia menyentuhku saat ingin meminta jatah saja.Setelah dia terpuaskan dia akan segera berlalu tanpa bertanya aku menikmati atau tidak,aku ingin diperlakukan seperti apa tidak akan ada kata kata seperti itu.
" Ya Tuhan,,hamba bosan,sungguh sakit seperti ini"
Tiba tiba tanganku tergerak membuat status di WA ku.
"Aku lanjutkan atau berhenti saja,,aku sudah tak tahan" seperti itulah bunyi statusku.
Gawaiku bergetar,sebuah pesan masuk dari Mas Budi.
"Aini,apa kamu baik baik saja?"ada apa?
Aku sontak kaget mendapat pesan dari Mas Budi,karena ada orang yang peduli dengan status WA ku sedangkan suami ku bertanyapun dia tiada.
"Ah,,ga ada apa apa Mas,hanya sekedar iseng" jawabku asal
Tiba tiba Mas Budi meneleponku.Aku segera mengangkatnya takut ada pekerjaan yang penting.Tak tahunya ia malah menanggapi serius tentang status WA ku.
"Aini,kalau ada masalah kamu bisa cerita ke aku"tiba tiba Mas Budi berbicara seperti seorang pahlawan yang muncul di malam hari.Suamiku sedang asyik nonton TV di ruang tamu,membuatku dengan leluasa bisa berbicara ketika menerima panggilan dari Mas Budi
"Maaf Mas,ini masalah pribadiku tak pantas aku ceritakan kepada orang lain
"Oh ya ga apa apa,kalo Aini belum mau cerita tapi boleh Mas ngomong sesuatu?"
"Oh silahkan Mas,kataku.Pikirku Mas Budi akan membahas pekerjaan tapi taunya dia bercerita tentang kehidupan pribadinya.Semenjak saat itu kami menjadi dekat,kami ngobrol pekerjaan,masa lalu,kehidupan pribadi kami dan entah kenapa aku merasa sangat nyaman.Aku merasa seperti orang yang haus dan mendapatkan segelas air.Mendapat perhatian dari Mas Budi tentu menjadi candu bagiku.Begitu juga dia,lama tidak diperhatikan oleh istrinya dan mendapat perhatian dariku tentu kami bagai pasangan baru yang sedang dimabuk asmara.Dia benar benar sosok suami idaman bagiku.Aku mendapatkan semuanya darinya.Perhatian,kasih sayang,materi dan kepuasan bhatin.Bukan berarti aku matre,,ga lah.Aku adalah wanita yang punya penghasilan sendiri,tapi aku juga ingin sesekali dimanjakan oleh seorang laki-laki.Dan apabila kami bercinta dia selalu memprioritaskan keinginanku,dan setelahnya dia selalu menghujani aku dengan ciuman,mengucapkan terima kasih dan memelukku,,rasanya sungguh sangat dihargai.Dan itu tidak pernah aku dapatkan dari suamiku.
"Oh ya Tuhan maafkanlah diriku yang sudah mendustai janji ini"