bc

Aku Lelah Untuk Mengenalmu

book_age18+
4
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

Suamiku adalah benar benar suami idaman di mata orang orang,begitu juga di mata keluarga besarnya.Tapi tidak seperti itu yang kurasakan.Dia adalah sosok lelaki yang paling cuek,paling dingin dan paling tidak peka yang pernah ku kenal.

Pertemuan kami bisa dibilang sangat singkat.Hanya beberapa bulan hingga memutuskan untuk mengarungi rumah tangga bersama.Oleh sebab itu maka sering aku berucap bahwa suamiku itu adalah suami yang turun dari langit yang diberikan Tuhan disela-sela keputusasaan ku pada laki laki.Aku pikir kami akan cocok,bisa saling mengerti dan menerima.Tapi ternyata aku salah,,Sepuluh tahun bersama tak membuatku bisa dekat dengan suamiku.Selalu saja ada alasan yang bisa menjauhkan aku dengannya.

Aku merasa tak mengenalnya.Aku merasa sama sekali tidak ada ikatan bathin diantara kami.Dan aku merasa aku sudah sangat lelah mendekatkan diri dengannya

chap-preview
Pratinjau gratis
Tak Peduli
"Kring...kringgg" Suara handphone tiba tiba membuyarkan lamunanku. "Haloo..ada apa Ti?" sapaku pada adikku "Mbak bisa ke Rumah Sakit bentar ga?aku harus pulang.Ada sesuatu yang harus kukerjakan"sahut adikku dari seberang sana. "Eh..ya Ti,tunggu bentar ya.Mbak siap-siap dulu" "Oh,,oke mbak..hati- hati di jalan y Mbak" Aku mengingat kembali apa yang terjadi pada ayahku.Sudah 6 hari ini ayah terbaring lemah di rumah sakit.Benturan yang cukup keras pada saat kecelakaan sukses membuat ayahku hanya mampu berbaring saja. "Aku mau ke rumah sakit sebentar ya Mas,Tuti mau pulang katanya.Kasian juga dia terus di Rumah Sakit sendiri"aku minta ijin kepada suamiku "Oh,ya.." "Titip anak-anak" "Hemmm.." hanya itu jawaban dari suamiku Aku yang memang menunggu tanggapan dari suamiku hanya bisa bernafas panjang.Tidak ada kata-kata yang menanyakan bagaimana kondisi ayahku.Ataupun kemauan suamiku untuk sekedar melihat kondisi ayah di Rumah Sakit. Ah..sudahlah,,buat apa dipusingkan pikirku.Semoga saja kesehatan Ayah segera membaik. Sampai di rumah sakit,,aku disambut hangat oleh adikku Tuti. "Gimana kondisi ayah?" "Sudah ada perkembangan mbak,,ayah sudah belajar duduk tadi.Meskipun cuma sebentar dan masih pusing.tapi lumayan lah"adikku menjawab sambil membereskan barangnya. "Oh,, syukurlah"rasa syukur tak lupa kupanjatkan dalam hati.Kondisi ayah sudah membaik gumamku "Mbak ga apa2 aku tinggal sendiri ya,,nanti malam aku balik lagi" "Ya ga papa lah..santai.."jawabku sambil memegang tangan Tuti Kami hanya dua bersaudara.Aku anak tertua.Namaku Ainun.Dan adikku namanya Tuti.Tak pelak kalau ada apa apa dengan orang tua kami,maka hanya kami berdualah yang bertanggung jawab. Aku memandangi wajah ayahku yang keriput.Sedih sekali melihat orang tua terbaring lemah dan tak berdaya.Teringat juga aku akan sikap suamiku yang acuh terhadap keluargaku.Seolah kami memang orang lain dalam kehidupan nya.Padahal tak sedikit bantuan yang sudah ayahku berikan.Apa memang sebegitu tidak berharga nya aku sehingga sampai orang tua ku pun tak dianggap olehnya. Tiba tiba ayah membuka matanya.Setelah melihat sekelilingnya,ayah pun menyadari kalau bukan Tuti yang sekarang berada di sampingnya,melainkan aku anak pertamanya. "Nak,sudah lama?suamimu mana?kamu sendirian ke sini?" Aku diberondong pertanyaan oleh ayahku ketika sudah ingat betul siapa di sampingnya. "Oh,sudah dari 1 jam yang lalu Ayah,Mas Awan ga ikut.Dia jaga anak-anak di rumah" Ayahku hanya mengangguk kecil mendengarkan jawabanku.Rasa kecewa kembali terbersit di hati mengingat kembali bagaimana sikap suamiku. Waktu berjalan sangat cepat.Aku habiskan dengan merawat ayahku, sembari mengobrol ringan dengannya. Adikku Tuti pun akhirnya datang.Setelah ngobrol sebentar aku pun pamitan pada Ayah dan Tuti. Sampai di rumah setelah membersihkan diri,samasekali tidak ada obrolan tentang bagaimana kondisi Ayahku.Aku pun enggan bercerita.Aku lebih fokus mengurus kedua buah hatiku karena aku tinggal cukup lama.Mereka jadi lebih manja denganku.Aku mengingat ngingat kapan terakhir aku ngobrol dengan suamiku,kapan terakhir aku tertawa di depannya aku pun sudah lupa.Ternyata sudah lama sekali.Begitulah suamiku,kalau kita tidak mendahului bicara dia tidak akan mau bicara. Padahal kami sudah menikah selama 10 tahun tapi tetap aku merasa tidak mengenal suamiku.Sikapnya terlalu cuek dan dingin.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

TERNODA

read
201.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
192.9K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
21.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
83.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook