Suamiku adalah benar benar suami idaman di mata orang orang,begitu juga di mata keluarga besarnya.Tapi tidak seperti itu yang kurasakan.Dia adalah sosok lelaki yang paling cuek,paling dingin dan paling tidak peka yang pernah ku kenal.
Pertemuan kami bisa dibilang sangat singkat.Hanya beberapa bulan hingga memutuskan untuk mengarungi rumah tangga bersama.Oleh sebab itu maka sering aku berucap bahwa suamiku itu adalah suami yang turun dari langit yang diberikan Tuhan disela-sela keputusasaan ku pada laki laki.Aku pikir kami akan cocok,bisa saling mengerti dan menerima.Tapi ternyata aku salah,,Sepuluh tahun bersama tak membuatku bisa dekat dengan suamiku.Selalu saja ada alasan yang bisa menjauhkan aku dengannya.
Aku merasa tak mengenalnya.Aku merasa sama sekali tidak ada ikatan bathin diantara kami.Dan aku merasa aku sudah sangat lelah mendekatkan diri dengannya