TIGA PULUH SATU

1233 Kata

Setelah 'tragedi' super drama tersebut, Maira semakin extra hati-hati terhadap Bianca maupun Hilda. Ibu dan anak tersebut sama saja karena sudah berani mengkambing hitamkan Arfa. "Suster pokoknya apapun yang terjadi kasih tau sama saya" ujar Maira sebelum pengasuh putranya itu turun dari mobil untuk mengantarkan sekolah Arfa. Pengasuhnya itu mengangguk. "Gausah takut sama dia, yang Nyonya itu saya, bukan dia. Dia cuman benalu" ujar Maira tegas. Setelah memastikan putra dan pengasuhnya masuk ke area sekolah, Maira meninggalkan area sekolah untuk segera menuju kantor. Di tengah perjalanan, ponselnya berdering. Nico calling . . . Kening Maira seketika berkerut. Untuk apa, sepagi ini, suaminya menelfonnya. Sungguh hal yang tidak biasa terjadi. "Halo?" Maira membuka pembicaraan sambil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN