Agung menutup buku harian Agni. Sebenarnya ada rasa bersalah yang menyelimuti dirinya karena sudah membaca buku harian milik istrinya itu. Namun di sisi lain, ia ingin tahu, siapa pria di masa lalu yang sudah sukses membuat Agni ogah mempedulikannya di awal-awal pernikahan. Agung hanya bisa menghela napas, lalu menaruh buku harian tersebut di laci nakas miliknya. "Papa lagi ngapain?" tanya Dito sambil masuk ke dalam kamar Agung. "Gapapa, lagi duduk-duduk aja kok" jawab Agung santai seolah tidak ada yang ia sembunyikan. "Papa jadi ke rumah sakit?" tanya Dito duduk di tepi tempat tidur Agung. Agung menganggukan kepalanya. "Papa mulai kerasa sakit sejak kapan?" tanya Dito serius. Sejak kehilangan ibunya, MAira dan Dito lebih memperhatikan kesehatan ayahnya. Karena sudah tidka tinggal

