Aira sudah berada di apartemennya, ia baru saja akan tidur di ranjang ketika terdengar suara bel pintu. Ia keluar dan melihat siapa yang datang. Namun, tidak ada siapa pun di luar sana. Aira kemudian menutup pintu kembali. Tiba-tiba, di hadapannya ada seorang pria memakai topi dan berpakaian serba hitam. Bayangan topinya sedikit menutupi wajah pria tersebut. Aira tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya. “Si-siapa kau?!” tanya Aira dengan terbata-bata. Pria itu hanya tersenyum tipis ke arahnya—membuat Aira terdiam mematung tanpa bisa mengatakan apa pun. Pria itu mendekati Aira pelan-pelan dengan tatapan yang mencurigakan. Aira terhentak dan terbangun dari tidurnya. Ternyata itu hanya mimpi. Ia hampir saja melihat wajah pria itu dari dekat. Namun, ia sudah sadar dari alam mimpi

