Alden masih membekap mulut Aira dan sedikit memeluknya dari belakang, ia berusaha agar ruang kecil di belakang lemari muat untuk mereka berdua bersembunyi. Suara langkah kaki yang sejak tadi terdengar lama-lama menghilang. Alden melepaskan dekapannya dan membuat Aira merasa lega. Aira tidak menyangka bahwa ia akan berada dalam situasi menegangkan seperti ini. Terlebih lagi detak suara jantung Alden dapat ia rasakan saking dekatnya jarak di antara mereka. Alden keluar dari tempat persembunyian mereka dan memastikan bahwa keadaan sudah aman. “Sepertinya dia sudah pergi,” ucap Alden sambil sedikit memastikan melalui celah pintu ke arah luar. “Kenapa kita bersembunyi? Siapa tahu orang itu adalah penjaga rumah yang kau hubungi sebelumnya?” tanya Aira yang sejak tadi penasaran. “Kita h

