Rafael dan Mark sudah sampai di mansion miliknya. Terlihat Wulan sedang dipegangi oleh beberapa pengawal dalam keadaan masih histeris. Dokter Maya yang terlihat terluka di bagian tangannya langsung menyuntikkan obat penenang untuk Wulan. Wulan pun akhirnya tertidur dan dibawa ke atas ranjang. "Maaf, Tuan, sebaiknya Wulan diikat saja agar ketika bangun, dia tidak melukai orang-orang lagi," ujar Mark. "Maya? Apakah bisa?" tanya Rafael. "Jangan dulu, Tuan. Ketika bangun nanti, saya yakin dia akan merasa lebih tenang. Jauhkan saja benda-benda tajam dan berat agar ketika dia mengamuk lagi, tidak ada yang akan terluka," ujar Maya. "Ya sudah, perbanyak saja penjaga di dalam kamar ini. Kalau dia mengamuk lagi, maka kita terpaksa mengikatnya," ujar Rafael. Semua mengangguk mengerti. Rafael m

