Rencana Rafael

1514 Kata

Sesampainya di sana, ia hanya berdiri di depan pintu ruangan Rafael karena Rafael belum kembali dari rapatnya bersama Reino. Selagi menunggu Rafael, Mark menyempatkan diri untuk berkeliling kantor dan melihat semua pekerjaan pegawai. Meski ia hanyalah asisten Rafael, tapi tetap saja, dia adalah orang kedua yang dihormati setelah Rafael. Rafael memberikan ia kuasa penuh untuk memberikan sanksi tegas jika ada pegawai yang melanggar aturan perusahaan. Hingga saat Mark tiba di bagian pentry, ia melihat seorang pria berusia sekitar empat puluhan sedang tertidur di kursi dengan meja sebagai alas kepalanya. Padahal, alat kebersihannya masih ada di sebelahnya. Sudah dipastikan bahwa pria itu tidur disaat jam kerja dengan pekerjaannya yang belum selesai. Mark mendekati pria tersebut, lalu berdeh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN