Dariel menjenggut rambutnya frustasi. Laki-laki itu marah, kesal, dan benci bercampur secara abstrak di kepalanya. Dan untuk melampiaskannya Dariel meninju dinding penjara di dekatnya sampai menimbulkan retakan besar. BUAGHHH!!! Suara tinjuan itu terdengar sangat keras. Kemudian, bekas tinjuan tangan Dariel di dinding itu sontak membuat keduanya keheranan dan sedikit terkejut. Mereka kompak mengernyitkan dahi ketika retakan dinding itu mengeluarkan sebuah sinar berwarna indigo yang menyilaukan mata mereka. Semakin lama sinar itu pun semakin membesar hingga membentuk sebuah portal. Bariel maupun Dariel sama keheranannya. Dan anehnya, dari dalam portal itu muncullah seekor kuda sembrani berwarna putih yang berhasil mengangetkan Bariel dan Dariel. Kedua laki-laki itu saling tatap lalu menc

