64. Penyesalan

1857 Kata

"Bunda." Lirih Castiel sembari mengusap lembut pipi jenazah wanita dalam pangkuannya. Saat itu juga, Castiel maupun Eremiel tak mampu menahan air matanya agar tak jatuh. Mereka larut dalam kesedihan sambil menangisi jasad bunda mereka yang sudah tidak bernyawa lagi. Selama beratus-ratus tahun lalu, baik Castiel maupun yang lainnya selalu menunggu kepulangan bundanya. Mereka hanya mengetahui kalau bundanya tengah pergi untuk menjalankan sebuah misi di tempat yang sangat jauh dan membutuhkan waktu lama. Namun, rupanya semua itu sama sekali bohong. Bundanya tidak pergi untuk menjalankan misi melainkan telah mengorbankan dirinya sendiri hingga menghilangkan nyawanya. Castiel kembali menutupi wajah bundanya dengan kain yang sebelumnya membungkus tubuh wanita itu dengan hati-hati. Sambil sesek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN