Castiel menghela napas. "Akriel dan aku tidak akan pernah bisa rukun. Tolong jangan paksa aku, Bunda. Dia terlalu kekanak-kanakan, makanya aku tidak suka padanya." Hara lagi-lagi tersenyum mendengar celotehan putrinya. "Bunda tahu kamu memang lebih dewasa dibanding Akriel. Bahkan, mungkin dari keempat saudarmu, kamu yang paling dewasa diantara mereka. Tapi, bolehkan Bunda menitipkan Akriel, Bariel, Dariel dan Eremiel padamu? Bunda pikir hanya kamu yang bisa Bunda andalkan." "Baiklah, Bunda berhasil meluluhkanku." Ucap Castiel. "Jadi, selama Bunda pergi aku harap Bunda tidak akan pernah melupakan kami sedikit pun." "Tidak mungkin Bunda melupakan anak yang Bunda sayangi sesemesta." Ujar Hara kemudian mendekap putri kecipnya tersebut ke dalam pelukannya dengan penuh kasih sayang. "Aaaaaaa

