'Akhirnya ada orang yang mampu menangkap maksudku dengan cepat. Kau memang anak yang cerdas, Castiel. Tapi, jika kau semakin berani untuk menantangku maka aku pun tak segan untuk balas menghabisimu sekalipun kau adalah putri kandungku sendiri.' Castiel masih menatap ayahnya dengan penuh amarah. Satu hal yang Castiel tahu saat itu adalah ke mana bundanya pergi selama ini hingga tak pernah kembali karena telah dilenyapkan oleh ayahnya sendiri, Raja Mihr. Beratus-ratus tahun lalu semenjak kepergian bundanya yang hilang entah ke mana, sekarang Castiel menyadari bahwa bundanya tidak pergi karena sebuah hal atau misi perjalanan melainkan karena ego ayahnya sendiri. Tentu hal itu membuat Castiel luar biasa marah hingga emosinya semakin menggebu-gebu. Sementara Eremiel di sampingnya hanya bisa m

