Sepersekian detik kemudian, ayahnya melemparkan sihir yang sedari tadi bercokol di ujung jari-jarinya ke arah Castiel dan Eremiel. Namun, keberuntungan berpihak pada kedua gadis itu yang dengan sigap menghindari serangan ayahnya. Castiel dan Eremiel terbang di udara mencoba menjauhkan diri dari ayahnya meskipun di ruang yang terbatas itu. "Ayah benar-benar sudah marah. Apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita bisa mati kalau terkena serangannya." Eremiel di sampingnya tampak sudah panik setengah mati. Castiel pun kebingungan terlebih dia juga kasihan pada Eremiel yang masih kesakitan dengan tangannya saat mencoba pintu gerbang tadi. "Kau diam saja di sini. Aku yang akan melawan Ayah sendirian." Sontak Eremiel melotot kaget ketika Castiel baru saja berucap sampai membuatnya panik. Erem

