Kehilangan kembali mengiris hati, namun warisan cinta membangkitkan kekuatan baru. Kegelapan menjelma ancaman yang lebih mengerikan, namun resonansi tak terduga dari dalam kehampaan memberikan harapan sekaligus misteri. Di tengah keputusasaan yang nyaris melumpuhkan, Senja merasakan panggilan purba dari jantung kegelapan itu sendiri, sebuah kekuatan yang mungkin menjadi sekutu terakhir atau justru jurang yang lebih dalam. Dan di tengah gulita yang pekat, yang seolah menelan cahaya terakhir dari alam semesta, Senja merasakan denyut asing di dadanya—dug dug... dug dug...—irama jantung yang seakan bergema serempak dengan bumi dan bintang di dalam tubuhnya. Tapi ini berbeda. Resonansi ini datang dari luar, dari kedalaman kehampaan, dari tempat yang bahkan para penjaga cahaya pun takut menatap

