Kehampaan purba memperingatkan akan kedatangan entitas yang jauh lebih tua—pengendali bayangan. Gelombang energi dingin menyapu habis cahaya, menyisakan gulita yang begitu menindas. Dalam senyap yang menggantung, hanya satu pertanyaan yang terus bergaung: siapa dia? Dan suara langkah kaki yang semula jauh, kini terdengar semakin dekat... dan mengancam. WUSSHH! Semburan energi dingin menabrak mereka seperti badai es tak berwujud. ZAP! Cahaya terakhir dari mata galaksi makhluk kehampaan padam seketika, meninggalkan kegelapan yang menelan segalanya. KRIET... KRIET... Hanya suara halus retakan energi yang tersisa, seperti kaca yang perlahan hancur, lalu lenyap dalam kehampaan. Senja menggigil. Bukan dingin biasa—tapi dingin yang menjalar dari tulang, seperti eksistensinya sendiri terkikis

