Negosiasi

1077 Kata

Cahaya perak dari pusaran energi itu berangsur redup, meninggalkan jejak kehangatan yang terasa asing di tengah aura dingin kehampaan. Suara lembut, sebuah getaran kasih sayang yang menembus dimensi, masih menggantung di udara, "Sudah cukup pertikaian..." Senja, Bayu, dan Arya membeku, mata mereka terpaku pada siluet yang kini semakin jelas di dalam sisa-sisa cahaya itu. Sebuah wajah yang familiar, sebuah senyuman yang dulu menenangkan mimpi-mimpinya, namun kini diliputi oleh kesedihan yang dalam – ibunda Senja. "Ibu?" bisik Senja, suaranya nyaris tak terdengar. Jantungnya berdebar kencang, sebuah perpaduan antara kerinduan yang membuncah dan kebingungan yang tak terpecahkan. Bagaimana mungkin? Ia telah melihatnya menghilang, menjadi bagian dari energi bintang itu sendiri. Di tangan ibun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN