Adit melepas kacamatanya. Ia memijit jembatan hidungnya dengan kening berkerut. Rasa-rasanya, ia sudah dengan sangat jelas menyatakan tidak mau ikut di acara perkumpulan mahasiswa Indonesia di kantor kedutaan. Tetapi, mengapa, saat ini ia bisa berada di tempat ini? Adit menghela napas. 'Aku ditipu Kevin.' batin Adit. Ia mendelik ke arah temannya yang terlihat asyik bercengkerama dengan sekumpulan mahasiswa lainnya di seberang ruang. Berbanding terbalik dengan dirinya yang duduk seorang diri di sofa panjang yang menempel di dinding ruang tersebut. Lupakan hal itu. Ia seharusnya tidak terjebak dengan godaan manis aku-akan-mentraktirmu dari mulut rubah Kevin. "Are you okay?" Adit mendongak ke sumber suara tersebut. Perempuan dengan rambut pendek sedagu itu menatap lurus ke matanya.

