First Meet Part 1

210 Kata

Sejujurnya, saat pertama kali bertemu dengannya, aku tidak merasakan ada hal yang istimewa dari dirinya. Ah, kecuali satu hal. Matanya yang tampak hidup. Bingkai kacamata yang dipakainya tidak dapat menyembunyikan sinar di matanya. Dan hidungnya yang bangir. *** Pertama kali bertemu dengannya, tak sengaja indra penciumanku menangkap bau yang sedap darinya. Wangi teh. Tidak seperti perempuan-perempuan lain yang menggunakan bebauan parfum, ia berbeda. Ia wangi teh. Wanginya mengingatkanku akan teh racik yang dibuat oleh nenekku di rumah. *** "Apa kamu masih ingat saat pertama kali kita bertemu?" Salah satu alisku otomatis terangkat, heran dengan pertanyaan random dari perempuan di hadapanku ini. Aku memperhatikannya yang sedang menulis dengan giat. Mungkin dia merasakan tatapanku, k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN