Jarak

330 Kata

"Kau terlambat." tukas perempuan di depanku dengan wajah datar. Ia adalah teman sekelasku sekaligus pasanganku di tugas kelompok ini. Hari ini kami berjanji untuk bertemu di salah satu fast food chain dekat sekolah untuk mengerjakan tugas kelompok itu. Guru kami sengaja menyuruh kami membuat kelompok maksimal dua orang saja karena tidak mau hanya ada yang menumpang nama alias tidak bekerja. "Maaf." ujarku begitu sampai di depannya. Kulepas topi dari kepalaku dan duduk di seberangnya. "Maafkan aku. Aku tidak bisa berjanji aku tidak akan terlambat lagi ke depannya, tapi kuharap kau mau memaafkan untuk saat ini." Dia terdiam. Matanya memperhatikanku dari atas sampai ke bawah. Apa ada yang aneh? batinku. Aku hanya mengenakan hoodie, jeans, dan topi yang sudah kuletakkan di atas meja. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN