Seperti Kemarin

372 Kata

Berat. Rasanya badanku berat sekali untuk bergerak hari ini. Aku pun menutup mataku kembali. "VIONAA...! BANGUUNN!!" Ah, memang tidak ada. Kedamaian yang kucari-cari memang tidak ada. Suara melengking milik Bunda barusan menjadi alarm jika aku harus segera bangun. Seharusnya saat ini aku sudah bangkit dari kasur. Seharusnya. Tetapi aku tidak dapat melewatkan kesempatan yang satu ini. Kesempatan untuk bermain dengan ponselku sesaat. Mataku yang tadinya terasa berat, kini terbuka lebar saat melihat layar ponselku. Tidak jelas apa yang kulakukan, karena aku hanya membuka browser dan sosial media. Namun aku merasakan dorongan kuat untuk membuka ponselku. Gawai dan Wifi memang benar-benar candu. Anehnya, ketika bermain dengan ponselku, waktu cepat sekali berlalu. Tahu-tahu setengah jam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN