"Aku sudah membuatkan janji temu untukmu dengan anak dari temanku besok siang. Detail tempatnya akan kukirimkan lewat pesan singkat." Aku melotot ke pria tua yang mengklaim dirinya sebagai ayahku itu. Untuk kesekian kalinya, dia mencoba menjodohkanku dengan anak lelaki dari temannya. "Tidak mau." ujarku acuh tak acuh seraya kembali membaca majalah di pangkuanku. BUK! Sebuah bantal tebal baru saja menghantam kepalaku. Tidak sakit, tetapi harga diriku serasa diinjak-injak. Pelakunya, tentu saja pria tua itu. "AAAHHH!!! AYAH ADA MASALAH APA SIH DENGANKU?!" semburku emosi sembari berdiri menghadap dirinya. Tak dinyana, Ayah ikut berdiri dan balas berteriak kepadaku "AKU YANG HARUSNYA BERTANYA SEPERTI ITU KEPADAMU!! KAU ADA MASALAH APA DENGANKU, HUH?! BERANI-BERANINYA KAU MENOLAK PERINT

