What Happened At School (II)

1330 Kata

Tak sengaja aku menabrak teman sekelasku. Aku hanya bisa meringis, “Maaf.” Gio tersenyum. Ah, betapa ramahnya dia. Pantas saja temannya tersebar dimana-mana. Tidak sepertiku. Untunglah Yuna mau menjadi temanku. Jika tidak, sepertinya aku tak akan punya teman. “oh ya! Akhir musim panas nanti, bagaimana kalau kita menonton kembang api?!” usul Gio ke Yuna. Mendengar hal itu, mata Yuna langsung berbinar-binar. Dasar. Aku hanya bisa tersenyum menyaksikan keakraban mereka berdua. “kau benar! Bagaimana kalau sekelas ini?! Waaah…! Ini pasti akan menjadi kegiatan yang sangat seruuu…!” “ya! Lalu kita akan…” “Gio.” Karena terhalang badan Gio dan Yuna, aku jadi tidak bisa melihat siapa yang memanggil Gio. Tetapi kalau prediksiku benar, maka yang memanggil Gio adalah… “Randy!” seru Gio. Ah, ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN