Shaina yakin ada yang salah dengan pendengarannya. Setelah dipikir-pikir, Shaina memang lupa kapan terakhir kali ia memegang kapas lidi dan membersihkan telinganya. ‘Iya, benar. Pasti itu alasannya.’ batin Shaina. Dengan murah hati, Shaina pun meminta Rendra untuk mengulangi kalimatnya barusan. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Kelakukan pria di hadapannya itu semakin menjadi-jadi. Dengan tegas, Rendra mengatakan dia tertarik pada Hani. Mulutnya menganga. Tubuhnya membeku. Berkebalikan dengan tampilan fisiknya yang tak bergerak, batin Shaina sudah bergemuruh dengan segala pertanyaan ‘WHAT, WHY, WHO, WHERE, WHEN, dan HOW’. “Shaina.” panggil Rendra. Tangannya seperti ingin menyentuh pundaknya, tetapi ditahannya. “Aku tidak bercanda.” tegas Rendra. Setelah diam membeku untuk sepe

