Dalam hati Vhian terkikik geli akan tingkah Viera. Dia semakin mendekat kearah Viera yang masih menatapnya, mungkin terpesona akan ketampanannya. Ah, pede sekali dirinya. Setelah jaraknya cukup dekat, tangan Vhian meraih suatu benda karet panjang yang berada pada samping Viera. Vhian memundurkan badannya dengan tangan yang masih memegang benda itu. Klik. Suara sabuk pengaman terpasang terdengar. Viera menghela nafas, untung Vhian tidak macam-macam dengannya. Dan bodohnya lagi, saat Vhian berada di dekatnya dengan jarak yang sangat dekat, tubuhnya tidak bisa bergerak sama sekali. "Kenapa Ver?" Tanya Vhian, lalu menyalakan mesin mobilnya. Viera menoleh, "Hah? Eh, enggak kok." Gugup Viera, dia masih sangat malu sekarang. Lalu dia kembali menatap jalanan didepannya saat Vhian sudah menja

