"Ini kayaknya enak nih!" Ujar Viero, mencoba mempromosikan supaya nantinya bakso itu akan habis bersama sama. Namun, dugaan Viero salah. Mereka semua yang melihat malah menatap ngeri melihat kuah bakso yang sangat merah dipenuhi sambal. Viera malah bergidik ngeri melihatnya, warna kuah bakso itu sangat-tidak bisa dijelaskan. "Yaudah, yuk makan Ver!" Ajak Fauza kepada Viero. Mereka berdua sebenarnya antar mau dan tidak mau. Mereka harus mau karena ini tantangan. Dan mereka juga tidak mau, karena ini terlalu pedas. Baru saja sendok Fauza yang sudah berisi bakso akan masuk ke mulutnya, tetapi lengan seseorang mencekalnya. Membatalkan bakso itu masuk ke mulutnya. Fauza menengadah, dan melihat Viera yang menatapnya dan tangan Viera lah yang mencekalnya. "Kenapa?" Tanya Fauza setelah Viera

