Bisa dihitung dengan jari, seberapa lama Viera menyenderkan kepalanya ke kursi sambil memejamkan mata sebelum ada ketukan pintu yang membuatnya kembali membuka mata. Tadinya Viera akan membiarkan tamu itu mengetuk saja, Viera sengaja tidak akan membukakan pintu karena dirinya sekarang sedang tidak mau menerima tamu. Namun, semakin lama ketukan pintu terdengar. Semakin kerasa pula suara si ketukan pintu itu. Bukannya capek karena telah mengetuk-ngetuk pintu yang tak segera dibuka, tapi orang yang mengetuk pintu justru semakin menambah tingkat ketukannya. Berharap si penghuni rumah ini mendengarnya. Viera yang memejamkan mata pun, kembali kelopak matanya malas. Melirik kearah pintu dengan tatapan tajam. Siapa sih?! Ganggu aja! Biasanya juga gak pernah ada tamu! Viera masih belum beranja

