"Ini rumah lo?" Tanya Vieco. Mereka semua kini sudah sampai di rumah Viera, tepatnya sekarang mereka sedang berada di halaman depan rumah Viera. "Iya," balas Viera, rumah Viera itu minimalist. Tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar. Beruntung saat ibunya sering menjudi, beliau tidak menggadaikan rumahnya. Karena selain rumah ini rumah satu satunya, rumah ini juga salah satu peninggalan Ayahnya. "Kecil yah? Yaudah gak jadi kalau gitu, kalian pulang aja." Viera tersenyum. Semuanya jadi menatap tajam kearah Vieco. Vieco mengeplak ringan mulutnya, gak sopan banget itu mulutnya! "Jadi, kok! Yaudah yu masuk!" Kata Vhian, lalu dirinya berjalan terlebih dahulu mendahului yang lain untuk sampai di teras depan pintu. "Perasaan, gue deh, yang punya rumah!" Gumam Viera lalu terkekeh, mungki

