Chapter 2

866 Kata
Setelah perbincangan tadi, kelas Viera yang lebih tepatnya 10 Mipa 1 menjadi hening, Viera dan Velsha heran jadi mereka mengikuti arah pandang mereka. "OMG!" Pekik Velsha dan perhatian langsung tertuju kearahnya. Velsha yang mendapat tatapan seperti itu pun malah cecengengesan. "Ehh, nggak kok nggak. Lanjutin aja natap cowok tadi nya hehee." ucap Velsha kepada seluruh teman sekelasnya. Velsha melirik Viera yang hanya memasang muka datar, dan pandangannya beralih ke 2 orang cowo yang sedang berjalan dengan gaya coolnya menuju kursi yang tepat di belakang Viera dan Velsha. Viera tidak memerdulikan orang itu, dia sedari tadi mencerna apa yang dikatakan ibunya. "Vir, Vir?" Viera tidak bergeming, tidak menyahut, tidak menoleh, dan bahkan tidak melirik Velsha. "Vira??" ucap nya lagi. Masih tetap sama. "Viera lo gak b***k kan?" tanya Velsha. Masih tetap sama. "Ebusett! Cantik-cantik b***k. Gue jadi watir ama lo Vir!" kesabaran Velsha udah habis. "VIERA!!!" teriak Velsha tepat di dekat telinganya membuat Viera terlonjak kaget. Bukan hanya Viera saja yang kaget, seluruh kelas yang menyaksikan juga sama kagetnya, karena tadinya keadaan hening, dengan jeritan Velsha, semua mata menatap kearah mereka berdua. "AYAM!" Latah Viera. "Ishh, lo apaan sih? Ganggu orang aja!" Cibir Viera yang merasa kesal sebab tadi Velsha meneriaki langsung dekat dengan telinganya. "Yaelahh, gue udah manggil lo dari tadi lo nya aja b***k!" "Siapa yang b***k?" tanya Viera. "Daritadi gue ngomong sama lo, lo nya ngelamun mulu. Jadi, jelas. Yang b***k itu elo!" ungkap Velsha. "Yang nanya!" "Temen baru kok gini amat ya!" gumam Velsha dengan suara kecil tapi masih bisa didengar Viera. Viera melanjutkan masa merenungnya tadi, tapi gagal. Karna Velsha mengguncang guncang tangannya. Viera menoleh dengan kening berkerut dan menaikkan sebelah alisnya seolah berkata 'apa?' "Eh, lo tau gak siapa cowok yang dibelakang kita?" tanya Velsha. Viera menoleh kebelakang dan mendapati dua orang laki laki yang hampir dikatakan Perfect! Tatapan Viera dan kedua laki laki itu bertemu, Viera segera memalingkan wajahnya mengahadap Velsha, karna malu ketahuan menatap mereka. "Nggak tau!" balas Viera cuek. Velsha melotot atas ungkapan Viera barusan. "Serius? Lo gak tau?" tanyanya lagi. "Nggak, Vel. Aduuh!" lirih Viera, Velsha benar benar bawel, sama seperti perkiraannya tadi. "Lo mau tau gak? Gue kasih tau nih." ucap Velsha sembari senyum mesem. "Gak!" tekan Viera. "Okay, jadi mereka it--" ucapan Velsha terpotong oleh Viera. "t***l, gue bilang nggak. Kalo lo tetep mau cerita, tadi ngapain nanya, b**o!" cibir Viera. "Ah lo mah, namanya juga basa basi." "Okay lanjut, jadi mereka itu yang di belakang lo namanya Xaviero Frischio Xethin Palthis dan yang dibelakang gue Xaviere Frischie Xethin Palthis nah mereka itu anak pemilik yayasan, jadi mereka itu anak pemilik sekolah ini juga. Mereka juga punya dua kakak laki laki kembar tapi dua kakak laki laki itu kelas 11, gatau sebelas apa, pokoknya 11 Mipa kalo gak salah. Nah terus mereka juga Instagramable loh, masa lo gak tau si? Mereka di i********: terkenal banget karna mereka anak orang kaya sama wajah yang cakep banget gila. Keturunan Xendric mana ada yang jelek. Mirip oppa oppa koriyaaaa, Aaaaaaaa." histeris Velsha. Viera mengeryit kening heran, "Terus?" tanyanya dengan muka yang masih sama, Datar. Tak lama setelah itu seorang laki laki memasuki kelas, semua cewek yang dikelas langsung teriak histeris juga seperti lagi. Laki laki yang gayanya 11:12 sama Xaviere dan Xaviero. Dia mamatung di ambang pintu, mencari kursi kosong. Dan hanya tinggal satu kursi kosong yaitu tepat di pinggir atau seberang Viera. Velsha menyenggol lengan Viera, Viera menoleh. "Nah, Vir yang itu namanya Vhian Veindra Xendra." bisik Velsha karna takut ketahuan oleh Xaviero/e. "Sakarepmu!" ujar Viera. "Wahh, lo orang jawa ya?" tanya Velsha antusias. "Bukan!" "Lah kok bisa bahasa jawa?" heran Velsha. "Ishh, lo kok b**o sih Vel. Itu tadi cuma sebatas ngomong doang! Gue juga gak bisa lagi bahasa jawa selain yang itu." ungkap Viera. "Oh gituuu." Velsha manggut manggut mengerti. Viera juga heran, mengapa dirinya bisa berteman dengan Velsha? Orang yang cerewet. Tapi Viera tak memperdulikan itu selagi Velsha baik padanya dia pun akan membalasnya. Velsha mengambil ponsel nya di tas, dia tidak mau menyimpan ponsel di saku karna takut radiasi serta orang tuanya pun melarang itu. Baru saja Velsha menekan tombol power untuk menghidupkan ponselnya Seorang guru masuk, Viera dan Velsha duduk rapih dan siap. Guru itu tersenyum ke semua murid nya. "Selamat pagi!" sapanya. "Pagi buu." Seru anak anak kompak menjawab sapaan dari guru tersebyt "Mau perkenalan nggak nih?" tanya guru tersebut. "NGGAK!" "IYA!" Murid menjawab berbarengan. "Okay, perkenalkan nama saya adalah Ibu Wulan, saya mengajar pelajaran Biologi sekaligus saya walikelas kalian." ucapnya sambil tersenyum "Kalian udah tau kan nama ibu, jadi sekarang giliran kalian yang perkenalkan diri. Sesuai absen ya, untuk yang namanya dipanggil berdiri dari kursinya dan langsung perkenalkan nama. Oke?" tanya Ibu Wulan. "Oke buu!" 'Kok ribet?' cibir Viera dalam hati. Murid yang absen pertama berdiri dan memperkenalkan dirinya, begitupun seterusnya. Tibalah giliran huruf V artinya giliran Velsha dan dilanjutkan dengan huruf berikutnya. "Hai, nama saya Velsha Niady Ferrour kalian bisa panggil saya Velsha." Velsha kembali duduk. Vhian berdiri. "Nama gue Vhian Veindra Xendra, panggilan Vhian." ucapnya dan langsung kembali duduk. Sekarang giliran Viera, Viera berdiri dan-- "Nama saya Xaviera, panggilan Viera." "Nama gue Xavierie Frischie Xethin Palthis." "Nama gue Xaviero Frischio Xethin Palthis." Dan berlanjut dengan murid yang lainnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN