Bab 30. Ketika Kepercayaan Diuji

1379 Kata

“Keberadaan anak-anak,” jawabnya tanpa ragu. Jantungku hampir berhenti berdetak. Anak-anak? Dengan dia? Bagaimana mungkin aku bisa memikirkan hal seperti itu sekarang, ketika aku bahkan belum yakin dengan pernikahan ini. “Kamu bercanda, kan?” tanyaku dengan senyum gugup. Dia menatapku serius. “Nggak. Ini sudah saatnya kita memikirkan hal yang lebih besar. Pernikahan ini bukan sekadar formalitas, Varuna. Kita perlu membangun sesuatu yang nyata.” Aku merasa diriku tenggelam dalam kekhawatiran. “Ini semua hanya demi menjaga dirimu agar terbebas dari tunanganmu, 'kan? Kamu nggak mencintai aku dan yang pasti ... aku belum siap.” Dia menghela napas, seolah sudah menduga jawabanku. “Aku tahu. Tapi kita nggak punya banyak waktu. Harus ada langkah yang diambil untuk menjaga pernikahan ini.” A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN