Bab 31. Mengakomodir Kebutuhan Emosional

1040 Kata

Aku membelalak kaget dengan keputusan itu, begitu juga dengan sekuriti dan sopir yang akan mengantarkan pak Aksara. Namun, tidak ada yang berani membantah. Mereka segera undur diri begitu pak Aksara menyuruh mereka untuk pergi. Gugup aku memandanginya masuk mobil. Aki bingung antara lekas masuk atau menunggu aba-aba darinya. Kali ini kemungkinan dia semakin marah, karena aku sudah lancang melakukan ini tanpa berdiskusi dulu dengannya. "Masuk, Varuna. Jangan bikin aku telat tiba di sana lho." Jendela mobil yang ada di sebelahku terbuka secara otomatis, hingga pak Aksara bisa sepenuhnya melihatku tanpa terhalang oleh pembatas kaca. Aku segera membuka pintu mobil lalu masuk dan duduk tepat di sebelahnya. Rasanya menyesal, karena kemarahanku pada Irma yang menggerakkan tekad untuk melak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN