Suasana di ruang meeting terakhir hari ini terasa begitu berat. Semua orang sibuk dengan presentasi mereka. Namun, pikiranku melayang entah ke mana. Suara-suara di sekitarku terdengar seperti dengung yang tidak jelas. Sementara itu, di sudut ruangan, Aksara duduk di kursi kepemimpinannya, wajahnya serius, fokus pada layar presentasi. Namun, sesekali aku menangkap tatapan aneh dari orang-orang yang tak bisa kunamai. Apakah mereka tahu? Apakah mereka bisa melihat apa yang ada di dalam hatiku sekarang? Aku patah hati, dan orang yang sedang duduk menjadi pemimpin meeting adalah bos yang mendadak jadi suamiku? Sejenak, pikiranku melayang pada mantanku. Apa yang dia lakukan sekarang? Apakah dia bahagia setelah menghancurkan hidupku? Ataukah dia tertawa bersama wanita-wanita itu, merayakan

