menarik ponsel itu dari tanganku lalu melangkah pergi sambil menerima panggilan itu. Aku terpaku di tempat, tidak mampu melangkahkan kaki karena kepalaku tiba-tiba menjadi berat. Sebenarnya kasus ini cukup simple bukan? Kenapa jadi kemana-mana seperti ini? "Betapa bodohnya kamu, Bella ... malah menggali aibmu sendiri gara-gara ini," gumamku sambil duduk kembali. Aku pasrah saja, terserah pada mereka sang pemangku kekuasaan. Aku hanya korban dari segala korban di sini, meskipun di media luar sana, posisiku paling dicemooh dari lainnya. Arman pun selamat sepertinya, kalau saja Bella tidak bertingkah melewati batas seperti ini. Setidaknya aku bisa selamat, itu yang paling pendek aku pikirkan. Aku berada di keluarga ini dan lihatlah ... betapa luas tamannya saja? Aku bebas menikmatinya sel

